*Moto* Manfaatkan hari, lupakan keinginan mudik 
SENIN
Pagi-pagi, Raka sekolah dianterin Ayah, sementara Ibu dan Rai dirumah, beberes atau kadang ke grocery atau ke Toko Asia.
Jam 11.30 Ibu dan Rai jemput Raka dari sekolah, langsung ke Library mengembalikan buku dan kaset video, sekaligus meminjam yang baru.
Siang makan dan istirahat di rumah, Rai tidur, Raka maen games atau baca.
Sehabis mahgrib yang jam 4.30 sore, Ibu, Rai dan Raka ke acara Diner On Us. Dinnernya selalu dengan menu yang sama, Pizza, salad buah dan sayur. Seneng karena makannya bareng2. Setelah dinner, anak-anak mulai main dengan teman2nya ditemenin para volunteer, sementara parents bikin roundtable di ruangan lainnya dengan satu speaker yang setiap minggunya berbeda, dengan membahas topic yang berbeda pula. Minggu ini topicnya “Conflict Resolution Strategies”. Perut kenyang, relaks, disuguhi informasi tentang permasalahan anak dan family dipandu ahlinya pula dan gratis lagi.
Ada kejadian tak biasa di dinner on us minggu ini. Apakah itu? Raka nangis berat sampe susah untuk ngomong saking parahnya itu nangis. Dan karena sudah tak bisa ditangani Ibuna pun dipanggil. Apa yang terjadi sodara? rupanya tadi Rai dipangku seseorang *volunteer yang Raka belum kenal*, nah Raka langsung nangis dan narik2 tangan Rai, tapi nggak ngomong. Jadi yang gendong Rai tidak mengerti kenapa, dia tetep gendong. Raka nangis makin parah gak berenti2. Pas saya datang dia masih belum bisa ngomong, tapi minta Rainya digendong sama Ibu jadi Ibuna teh gendong mereka ber2. Baru reda dan terlihat tenang dan baru bisa ngomong. *Ai is mine, Ai is my brother* dan dia mulai bisa menjelaskan masalahnya, hihi orang sudah pada kaget dan khawatir dengan tangisnya dan heran akhirnya dengan sikap protektif Raka itu. *Mereka gak tau sih kalo anak sayah tea atuh sensitif siga ibuna* (more…)