Gak ada judul

November 29, 2005

Satu minggu kemarin anak2 dan bapaknya kena batuk yang lumayan parah, tapi agak mending setelah ke dokter dan sekarang Alhamdulillah sudah pada sehat.

Dan karena thanksgiving merupakan holiday besar, so selama 3 hari, kamis jumat sabtu tak ada bus yang beroperasi, makin lah kami betah di rumah, apalagi pas hari Kamis-nya turun salju seharian. Sayang anak2 tidak bisa menikmati salju pertama karena batuk itu.

Gak bisa cerita seru, pasang foto aja kali ya…


Ini foto di depan rumah kami…seger putih menawan…sayang dingiinnn hihi atuh sanes salju namanya kalo kagak dingin yah….

Ketika mau nyuci lagi…eh si tetangga ini sedang bikin snowman…mereka kesenengan karena ini salju pertamanya. Yang pinggir itu suami istri Brazil, mereka datang ke USA ini 2 bln lalu, dan dinegaranya kagak ada salju *sami dg endonesah* jadilah suka main salju seperti sayah hihi. (more…)

Aktifitas Seminggu

November 21, 2005

*Moto* Manfaatkan hari, lupakan keinginan mudik :P

SENIN

Pagi-pagi, Raka sekolah dianterin Ayah, sementara Ibu dan Rai dirumah, beberes atau kadang ke grocery atau ke Toko Asia.
Jam 11.30 Ibu dan Rai jemput Raka dari sekolah, langsung ke Library mengembalikan buku dan kaset video, sekaligus meminjam yang baru.

Siang makan dan istirahat di rumah, Rai tidur, Raka maen games atau baca.

Sehabis mahgrib yang jam 4.30 sore, Ibu, Rai dan Raka ke acara Diner On Us. Dinnernya selalu dengan menu yang sama, Pizza, salad buah dan sayur. Seneng karena makannya bareng2. Setelah dinner, anak-anak mulai main dengan teman2nya ditemenin para volunteer, sementara parents bikin roundtable di ruangan lainnya dengan satu speaker yang setiap minggunya berbeda, dengan membahas topic yang berbeda pula. Minggu ini topicnya “Conflict Resolution Strategies”. Perut kenyang, relaks, disuguhi informasi tentang permasalahan anak dan family dipandu ahlinya pula dan gratis lagi.

Ada kejadian tak biasa di dinner on us minggu ini. Apakah itu? Raka nangis berat sampe susah untuk ngomong saking parahnya itu nangis. Dan karena sudah tak bisa ditangani Ibuna pun dipanggil. Apa yang terjadi sodara? rupanya tadi Rai dipangku seseorang *volunteer yang Raka belum kenal*, nah Raka langsung nangis dan narik2 tangan Rai, tapi nggak ngomong. Jadi yang gendong Rai tidak mengerti kenapa, dia tetep gendong. Raka nangis makin parah gak berenti2. Pas saya datang dia masih belum bisa ngomong, tapi minta Rainya digendong sama Ibu jadi Ibuna teh gendong mereka ber2. Baru reda dan terlihat tenang dan baru bisa ngomong. *Ai is mine, Ai is my brother* dan dia mulai bisa menjelaskan masalahnya, hihi orang sudah pada kaget dan khawatir dengan tangisnya dan heran akhirnya dengan sikap protektif Raka itu. *Mereka gak tau sih kalo anak sayah tea atuh sensitif siga ibuna* (more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here